Geger di Medsos! Truk Koperasi Desa 'Merah Putih' Kedapatan Angkut Sound Horeg, Netizen Salfok Seragam Pengelola

AKURAT BANTEN – Sebuah unggahan video berdurasi pendek mendadak menjadi buah bibir dan viral di berbagai platform media sosial.
Video tersebut memperlihatkan sebuah truk operasional resmi bertuliskan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) tengah melaju di jalanan dengan muatan yang tidak biasa: tumpukan speaker raksasa alias perangkat sound horeg.
Sontak, pemandangan ini memicu perdebatan panas di kalangan warganet.
Pasalnya, Koperasi Desa Merah Putih merupakan program strategis nasional yang digadang-gadang menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan di tingkat desa.
Namun, alih-alih mengangkut logistik pangan, pupuk subsidi, atau hasil bumi, truk tersebut justru beralih fungsi menjadi "armada tempur" audio.
Baca Juga: Koperasi Merah Putih Disebut Bisa Jadi Kunci Ketahanan Energi Nasional, Ini Penjelasan DPR
Kronologi Video Viral: Angkut Sound Sistem LKS Audio
Berdasarkan rekaman video yang beredar luas sejak Minggu, tampak jelas truk bak kayu berwarna putih tersebut dipasangi atribut bendera Merah Putih di bagian belakang.
Di atas bak truk, berjejer rapi subwoofer raksasa berspesifikasi tinggi yang diketahui milik salah satu vendor audio, lengkap dengan logo "LKS Audio" yang terpampang di bagian belakang stacking speaker.
Truk tersebut diduga kuat melintas di salah satu wilayah di Kabupaten Malang, Jawa Timur, yang memang dikenal sebagai "ibu kota" dari fenomena kultural sound horeg.
Muatan super berat dan tinggi itu tampak memenuhi seluruh kapasitas bak truk, merayap perlahan membelah jalanan desa.
Baca Juga: Riza Patria Soroti Koperasi Merah Putih 'Jangan Cuma Nyinyir Soal Dana Desa'
Sorotan Netizen: Pengelola Berseragam 'Hijau' Ikut Naik di Bak Truk?
Tidak hanya fokus pada muatan speakernya, kejelian mata netizen justru tertuju pada sosok pria yang berada di atas bak truk di samping gunungan speaker.
Pria yang diduga sebagai oknum pengelola atau kru lapangan tersebut terlihat mengenakan seragam berwarna hijau.
Fungsi utamanya kan untuk ketahanan pangan dan ekonomi desa, kok malah buat ngangkut horeg? Mana yang ngawal pakai seragam hijau lagi, ini urusan dinas atau hiburan pribadi? tulis salah satu komentar netizen yang memicu ratusan respons lainnya.
Spekulasi pun liar berkembang. Netizen mempertanyakan apakah penggunaan aset negara atau aset koperasi desa ini sudah mendapatkan izin resmi, ataukah ada unsur penyalahgunaan wewenang oleh oknum pengurus di tingkat desa demi kepentingan kelompok tertentu.
Baca Juga: 1.061 Koperasi Desa Resmi Beroperasi, Prabowo: Ini Tonggak Penting Indonesia
Pro dan Kontra Pemanfaatan Aset Koperasi Desa
Hingga saat ini, belum ada klarifikasi resmi dari pihak pengurus Koperasi Desa Merah Putih terkait video viral tersebut.
Komunitas digital pun terbelah menjadi dua kubu dalam menyikapi fenomena ini:
1. Kubu Kontra (Kritik Tajam)
Pihak yang mengkritik menilai tindakan ini mencederai marwah program Koperasi Merah Putih.
Aset kendaraan yang dibeli dengan uang negara atau kas komunitas seharusnya diprioritaskan untuk membantu mobilitas petani, distribusi sembako, atau logistik desa yang produktif, bukan untuk aktivitas sound horeg yang belakangan ini sering dikritik karena dampak kebisingannya.
2. Kubu Pro (Fleksibilitas Aset)
Di sisi lain, sebagian warga lokal dan pecinta sound horeg menilai hal ini sah-sah saja.
Mereka berargumen bahwa selama truk tersebut disewa secara resmi secara komersial (masuk kas koperasi) dan tidak mengganggu jadwal operasional utama desa, maka hal tersebut justru bisa menjadi sumber pendapatan alternatif (income generator) bagi koperasi desa.
Menanti Klarifikasi Resmi
Bagaimanapun juga, bola panas kini menggelinding ke pihak manajemen Koperasi Desa Merah Putih dan dinas terkait.
Publik mendesak adanya keterbukaan informasi agar tidak terjadi salah paham yang dapat menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap program penguatan ekonomi desa ini.
Apakah ini murni urusan komersial sewa-menyewa, ataukah ada pelanggaran SOP penggunaan aset? Kita tunggu perkembangan selanjutnya.
Bagaimana pendapat Anda? Apakah truk koperasi desa boleh digunakan untuk keperluan hiburan seperti sound horeg? (**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Bikin Raksasa Premier League Gigit Jari, Gerry Cardinale Turun Tangan Kunci Transfer Diego Moreira Rp867 Miliar ke AC Milan!
- 6Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 7Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 8MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 9Liga Inggris 2026/2027 Dimulai! Arsenal Buka Perburuan Gelar, Jadwal MU dan Liverpool Ikut Jadi Sorotan
- 105 Alasan Manchester United Tak Akan Melepas Bruno Fernandes pada Musim Panas 2026







